![]() |
YESUS ALLAH PERJANJIAN BARU Setelah kita tahu tentang Yesus bahwa Dia merupakan Allah Perjanjian lama, maka kita akan mempelajari kembali siapa Yesus dalam Perjanjian Baru. Banyak orang yang salah mempersepsikan sosok Yesus yang sebenarnya. Maka, banyaklah penghujatan yang terjadi oeh karena mereka tidak mengenal Tuhan. Malahan, Yesus telah dianggap sebagai seorang homoseksual, dan telah di filmkan. Saya tidak habis pikir mengenai penghujatan ini. Dalam hati saya berkata, apakah mereka tidak pernah membaca Alkitab, atau mereka membaca Alkitab namun mereka tidak mengerti. Itu yang menjadi pertanyaan buat saya. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan telah berfirman bahwa Dia akan mendatangkan seorang Mesias (Juruselamat) yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa. Banyak orang yang menyangkal hal ini. Terutama umat muslim. Mereka berprasangka, kalau Yesus mati bukan untuk berkorban, tetapi akibat dari perbuatan umat Yahudi yang tidak menyukai kehadiranNya sebagai nabi di Israel. Padahal, mereka (muslim) tidak mengerti maksud Tuhan.· Mengapa Tuhan dalam rencanaNya menebus dosa manusia, membiarkan peristiwa penyiksaan Yesus oleh tentara Romawi?· Mengapa Tuhan tidak langsung menghapuskan dosa manusia, tanpa harus mengorbankan Yesus?Kedua pertanyaan diatas selalu ditanyakan oleh para pendebat dari kalangan muslim. Saya selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka tersebut. Dan sekarang saya akan menjawabnya dalam artikel ini.PERTAMA Dosa yang telah manusia perbuat telah mendukakan hati Tuhan. Sehingga antara Tuhan dan manusia terdapat jarak yang sangat jauh sekali. Namun, dalam Perjanjian Lama Tuhan selalu memakai Para nabi sebagai penyambung lidahNya terhadap manusia. Dosa itu sangat dibenci oleh Tuhan. Dan Tuhan tidak ingin manusia mengalami hukuman yang diterima manusia ketika mereka nanti mati. Itulah sebabnya penyiksaan yang Yesus alami merupakan cerminan dari penderitaan manusia yang akan dihukum oleh Tuhan di neraka nanti. Menurut kitab Yesaya 53:2-5, “Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Tuhan telah menubuatkan mengenai peristiwa ini. Dan Tuhan tahu pikiran manusia yang sesungguhnya. Yakni manusia yang ingin menghujat Dia dan menghina Dia. Yang tidak menginginkan keselamatan dariNya. Sehingga mereka melontarkan pertanyaan seperti itu. Namun, Yesaya telah menjawabnya, dan jawaban itu tepat yaitu, “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Jadi, walaupun peristiwa penyaliban Yesus banyak yang beranggapan bukan merupakan tindakan Penyelamatan akan dosa, namun firman Tuhan telah mengatakannya. Bahwa peristiwa yang Yesus alami merupakan bagian rencana Allah dalam menyelamatkan umatNya dari dosa. Dalam Yesaya 53:8-11, “Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul”. Yesus harus benar-benar mengalami penderitaan ini untuk dapat menyelamatkan manusia. Sebab memang pemberontakan kitalah yang Dia tanggung dan dosa kitalah yang Dia hapuskan. Sehingga kita dapat dibenarkan dan diselamatkan dalam Yesus. Ingat, Yesus menebus dosa seluruh umat manusia. Sejak zaman Perjanjian Lama Tuhan telah menubuatkannya. Jadi, Yesus harus mengalami apa yang manusia alami nanti ketika mereka dihukum. Itulah mengapa Tuhan mengijinkan Penderitaan Yesus. Namun, umat Muslim pasti menyangkal hal ini. Sebab mereka selalu berpegang pada quran yang jelas-jelas salah dalam menjabarkan firman Tuhan yang ada di Alkitab. Muslim selalu mengatakan bahwa, “bukan rencana Tuhan Yesus disalib, melainkan karena tentara romawi dan orang-orang Yahudi”. Sekali lagi alloh, quran, muhammad, dan umat muslim salah dalam menelaah firman Tuhan. Sebab Peristiwa itu sudah tercatat dalam kitab para nabi sebelum Yesus lahir. Jika kita membaca Injil, disana banyak Perkataan Yesus yang selalu mengatakan bahwa KematianNya adalah rencanan Tuhan (Bapa). Saya akan menjabarkannya dibawah ini :1. Matius 12:40; Lukas 11:30, ini merupakan perumpamaan mengenai kematian Yesus.2. Matius 17:12; Markus 9:12; Lukas 9:44, bahwa Anak Manusia (Yesus) akan menderita.3. Matius 17:22, “Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali”. (baca juga Markus 9:31; Lukas 24:7)4. Matius 20:18, "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." (baca juga Markus 8:31; Markus 10:33; Markus 14:21,41; Lukas 9:22; Lukas 18:31)Itulah sebagian ayat yang membuktikan bahwa Yesus telah tahu apa yang akan terjadi dengan diriNYa, dan itu bukan suatu kebetulan. Sebab kitab Taurat dan kitab para nabi sebelum Yesus lahir telah menuliskannya dan juga Yesus sendiri telah mengatakannya.Kisah penyaliban Yesus bukanlah suatu hal yang kebetulan. Ada pendebat dari FB (Facebook) yang mengatakan bahwa iblis, Yahudi dan Romawi berjasa atas tersalibnya Yesus. Itu sangat salah sekali. Sebab mereka melakukan itu karena mereka menolak keselamatan yang Tuhan berikan kepada mereka. seperti yang Yesus katakan dalam Markus 14:21. Jadi dalam hal ini itu bukan suatu yang positif bagi mereka, melainkan kerugian bagi mereka yang menolak Yesus. Karena hidup adalah pilihan, itulah mengapa Tuhan menciptakan manusia untuk memiliki kehendak bebas.
KEDUA Dalam menghapus dosa manusia ketika zaman para nabi sampai Yesus lahir kedunia, digunakan darah. Yakni darah anak domba yang tidak bercacat cela. Namun, itu hanya dalam skala kecil, yakni dalam ruang lingkup keturunan Yakub. Tuhan sangat mencintai ciptaanNya, sehingga Dia membuat rencana yang akan dilakukanNya sendiri, agar manusia bisa menyembahNya tanpa dibatasi oleh suku, ras dan bangsa. Darah merupakan alat pendamaian dengan perantaraan Nyawa. Tanpa adanya curahan darah, maka tidak akan ada pengampunan dosa. Lihatlah imamat 17:11, “Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.” Seperti persyaratan dalam melakukan korban penebus dosa, yaitu binatang ternak yang bagus dan tidak bercacat cela. Namun, seekor binatang hanya cukup melakukan penebusan dosa bagi satu orang saja. Sedangkan, rencana Tuhan ingin menyelamatkan seluruh dunia. Oleh karena itu diperlukan sosok yang dapat dijadikan korban penebus dosa. Satu kali dan untuk selamanya. Hanya Tuhan sendiri yang pantas melakukannya. Sebab dia kudus dan suci. Sehingga tidak bercacat cela. Oleh karena itu Tuhan turun kedalam dunia dalam rupa manusia untuk mengajarkan manusia cara menyembah Tuhan dan juga memberitakan keselamatan yang datangnya dari Tuhan sendiri. Yesus berkata dalam Matius 26:28, “Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” Tuhan datang sebagai Mesias, dan itu telah dinubuatkan beribu-ribu tahun yang lalu oleh para nabi. Dengan darah Yesus, maka Dia telah menebus dosa banyak orang dan telah menyelamatkan banyak nyawa. Karena Yesuslah korban persembahan yang benar dengan mencurahkan darahNya sebagai tebusan bagi umat manusia. Sehingga melalui darah Yesus, maka Allah mengadakan pendamaian dengan manusia.Sebagai Mesias, Tuhan tidak hanya berkorban mati untuk menebus dosa manusia. Melainkan Tuhan juga mengajarkan manusia bagaimana mencintai Tuhan dan mencintai sesamanya manusia. Tuhan mengajarkan kasih. Kasih yang tulus dan yang Tuhan contohkan dalam kehidupanNya ketika dalam dunia ini. Tuhan itu baik dan Dia sungguh baik. Sehingga ketika manusia telah mengalami keselamatan dalam Yesus Kristus, mereka tidak bingung lagi dalam melakukan apa yang harus dilakukan ketika mereka telah selamat. Sebab Yesus telah memberi teladan terlebih dahulu. Tidak ada Allah yang seperti Dia. Yang rela turun kedalam dunia, disiksa, dihina, dianiaya, dan mati bagi ciptaanNya. Kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan. Banyak orang yang menyangkal hal ini. Namun, Tuhan, Allah yang perkasa. Dia berani menampakkan diriNya dan menyatu dengan manusia. Itulah sebabnya Dia dinamakan Imanuel, yang artinya Tuhan beserta dengan kita. Walaupun Tuhan ada dalam dunia, namun kuasaNya tidak pernah berubah, tetap sama seperti Dia ketika berada dalam surga. Banyak orang khususnya muslim menyangkal hal ini. Mereka hanya menganggap Yesus manusia biasa dan bukan Tuhan. Namun, bukti dalam Alkitab justru menyatakan Yesus adalah Tuhan. Inilah buktinya:1. Yesaya 9:5, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib,Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (bukti nubuat kedatangan Yesus pada zaman nabi Yesaya)2. Yesus dapat menghapus dosa manusia. Tidak ada manusia dalam dunia ini biarpun itu nabi yang berani untuk mengatakan kepada sesamanya “dosamu telah diampuni”. Sebab mereka tahu mereka tidak layak untuk mengatakan itu jikalau Tuhan tidak menyuruh mereka. dan memang Tuhan tidak pernah menyuruh mereka untuk melakukan itu, sebab hanya Tuhan yang pantas mengatakannya. Tetapi Yesus melakukannya dengan otoritas penuh (Matius 9:2-6; Markus 2:5-10; Lukas 5:20-24).3. Yohanes 13:13, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” Inilah perkataan Yesus yang mengakui bahwa Dia adalah Tuhan.4. Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu” (inilah bukti Trinitas Allah, Bahwa Yesus dan Bapa adalah Satu Pribadi. Oleh karena itu orang yahudi marah dan melempari Dia dengan batu karena dikira menghujat Allah. Tetapi Yesus mengakuinya sendiri. Dia tidak mengarang dan berdusta, sebab Yesus orang yang Suci dan Kudus)5. Yohanes 14:8-11. Ayat ini merupakan penjelasan Yesus dari apa yang Dia katakan dalam Yohanes 10:30.Masih banyak lagi bukti yang menjelaskan Yesus Allah yang perkasa. Jangan terlambat untuk mencari Tuhan. Bukalah hatimu dan bacalah firman Tuhan, undanglah Yesus masuk kedalam hatimu. Niscaya Dia akan datang dan tinggal dalam hatimu.Tidak ada keraguan akan hal ini, sebab point 2 sampai 5 merupakan perkataan Yesus, bukan kesimpulan penulis kitab. Jadi Yesus telah mengakuinya sendiri. Banyak para penghujat Tuhan kalangan muslim yang meminta ayat yang mengatakan Yesus mengakui bahwa Dia adalah Tuhan. Kalau mereka berkata seperti itu, berarti mereka tidak pernah membaca Alkitab. Sebab banyak bukti perkataan Yesus sendiri yang menyatakan Dia adalah Tuhan. Sebagai anak-anak Tuhan, kita jangan langsung takut dan ragu akan pertanyaan mereka yang bertanya Yesus telah mengaku sebagai Tuhan. Carilah dalam Alkitab dan berikan kepada mereka ayat-ayat tersebut. Sebab memang Alkitab telah mengatakannya.Tuhan Yesus memberkati…

Komentar
Posting Komentar